Saturday, October 25, 2014

Kisah Sedih Manuscript Timbuktu


Jenayah paling besar di dunia ini, adalah sikap ekstrimis, yang berusaha untuk mengkubur tamadun! Ini adalah jelas sebuah pemikiran jumud, mundur, dan hanya akan menyebabkan golongan tersebut menjadi golongan yang semakin sempit, suka dengan kekerasan sebagai jalan keluar, dan tidak ada lagi tamadun dalam hidup mereka, yang ada adalah kekerasan, ekstrimis, pemaksaan, dan penindasan!

Sebahagian dari Manuscript Perpustakaan Timbuktu
 Kisah sedih pada 2012, adalah ketika mana dunia digemparkan dengan serangan teroris oleh kelompok Ansar Dine (http://en.wikipedia.org/wiki/Ansar_Dine) terhadap kota Timbuktu, yang merupakan sebuah kota Ilmu Islam sejak berzaman. Di kota ini memiliki pesantren salaf/tradisional (Madrasah Atiqah) dan sebuah perpustakaan paling penting di Negara Mali. Perpustakaan tersebut adalah perpustakaan Timbuktu yang menyimpan banyak manuscript-manuscript langka yang tidak dimiliki oleh mana-mana institusi Islam lainnya di dunia. Bahkan Habib Umar Ben Hafiz sendiri ketika sedang mencari maklumat penting, sanggup pergi ke perpustakaan tersebut dan berhasil mendapatkan apa yang dicari dari manuscriptnya.

Syaikh Abdel Kader Haidara, penyelamat manuscript Timbuktu
Penulis menulis makalah ini adalah untuk menceritakan kisah Syaikh Abdel Kader Haidara, penjaga Perpustakaan dan pewarisnya yang melakukan usaha-usaha penyelamatan terhadap manuscript-manuscript penting dari perpustakaan tersebut. Kisah beliau pertama kali penulis dengar berasal dari Darul Hadis al-Hasaniyyah Morocco.

Peti Tin yang digunakan untuk meyeludup manuscript keluar dari Timbuktu
Setelah mendengar kabar bahawa kelompok Terorist Wahabi Mali: Ansar Dine sudah mula mendekat ke Timbuktu, maka beliau telah berusaha memasukkan semua manuscript-manuscript tersebut kedalam peti-peti tin, dan membawa keluar dari TImbuktu dengan keledai agar tidak terditeksi oleh kelompok ekstrimis tersebut. Dibawa ke ibu kota Mali yang memiliki keamaan yang cukup agar memastikan manuscript-manuscript ini tidak diancam oleh kelompok bughat tersebut.

Sebahagian dari manuscript Timbuktu, terlihat tradisi Hawamisy dan makna gandul sudah ada dalam tradisi Islam sejak awal, dari Timur sampai ke hujung Barat
Ketika Ansar Dine masuk ke kota tersebut, maka mereka mencari manuscript yang ada hanya sedikit, akan tetapi, mereka telah berjaya membakar setidaknya 4000 manuscript yang dikumpulkan di seluruh kota Timbuktu. Kebanyakan dari manuscript itu adalah beberapa manuscript yang tidak begitu penting, tapi ada sebahagian kitab tasawwuf, astronomy, fiqh dan lain-lain yang sangat bernilai.

Bekas dari manuscript yang dibakar oleh puak wahabi ekstrimis!!!!
Ketika mereka sedar bahawa banyak manuscript sudah dibawa lari, mereka sanggup mencari manuscript-manuscript pribadi di kota Timbuktu dan hendak menunjukkan kepada dunia International bahawa mereka berkuasa untuk meruntuhkan tamadun. Mereka juga bahkan membakar dan meruntuhkan kubah-kubah kuburan suci sufi di kota Timbuktu yang terkenal sebagai kota 333 Sufi.

Salah seorang dari penduduk Timbuktu yang selamat menyimpan masnucript warisan keluarganya dari pengganas wahabi!
Suasana kota Timbuktu
 Penulis sejujurnya tidak faham, kenapa masih ada orang bersimpati dengan sikap keganasan terhadap ilmu Islam sendiri, ketika mereka menamakan perjuangan mereka sebagai jihad. Sikap ini jelas-jelas wajib kita tolak dalam Islam, kerana Islam mengajarkan kita untuk menuntut ilmu dan menjunjung tinggi ilmu.

Kerja-kerja mendigitalkan masnucript sedang dilakukan agar tidak terjadi kesan tamadun akan hilang dari Timbuktu

Para penjaga manuscript terpaksa membuat kotak penyimpanan tanpa udara khusus dengan ukuran setiap manuscript agar tidak termakan zaman

Almari yang menjadi pusat penyimpanan manuscript
Di perpustakaan inilah ia terjaga

Semoga keilmuan Islam tetap terjaga dari keganasan!

Artikel ini juga diserap dari http://en.qantara.de/content/timbuktu-manuscripts-preserving-knowledge-for-posterity

2 comments:

Irysusanty said...

Assalamu'alaikum wrwb
Ustad, mohon maaf sebelumnya.
Saya tertarik dengan manuskrip di Timbuktu.
Membaca tentang usaha konservasi manuskrip di Timbuktu, ada banyak keterlibatan dengan professor di negeri-negeri Arab.
Apakah ustad memiliki informasi bagaimana bentuk kerjasama tersebut??
wassalam

akitiano said...

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Ya, saya kenal beberapa dosen pakar manuscript yang tau isu ini. Sedangkan usaha kerjasama yang dijalinkan baru dalam bentuk seminar, dan menonjolkan kembali informasi budaya antara negara Mali dengan negara Arab lainnya.

Sedangkan usaha preservation sudah dilakukan oleh Kerajaan Mali sendiri dengan bantuan dari negara2 Arab dan Europe.