Thursday, October 1, 2009

Ziarah Ma'hd az-Zein al-'Aly li Tafaqquhi fi ad-Dien - Syaikh Nuruddin Marbu al-Banjari



Syaikh Nuruddin Marbu al-Banjari

Seperti yang telah dimaklumi, bahwa Syaikh Nuruddin Marbu al-Banjari adalah seorang ulama yang sangat masyhur di Nusantara. Beliau yang mendapatkan pendidikan di Mekkah dan Mesir ini telah berguru dengan ramai sekali ulama yang masyhur, termasuk Yasin al-Fadani dan Hasan Masyat.

Secara pribadi, ana (penulis) baru saja kenal dengan beliau (sekitar 2-3 tahun ini). Ini dikarenakan kemasyhuran beliau di Nusantar sebenarnya tidaklah begitu masyhur di tanah Indonesia sendiri kecuali di Banjar, Kalimantan. Di Tanah Jawa, orang yang mengenali beliau kebanyakannya orang-orang yang sudah pernah menuntut di Mekkah bersama Syaikh Muhammad bin Alawi al-Maliki. Akan tetapi kitab beliau tetap digunakan oleh santri-santri jawa seperti Fatawa Ismail Zein yang dikumpulkan dan disusun oleh beliau.

Alhamdulillah, sempena liburan raya dan kebetulan ana berada di Bogor, maka ana menyempatkan diri untuk menziarahi pondok Ma'had az-Zein al-'Aly li Tafaqquh fi ad-Dien, Ciampea, Bogor, Jawa Barat.

Sesampainya ana di pondok ini tepat pada pukul 11.00 AM, pondok kelihatan sepi dan sunyi. Ini dikarenakan santri sedang istirehat menunggu Zuhur. Ana pun dilayn oleh seorang santri untuk beristirehat kamar tetamu. Secara fisik ana kagum dengan pondok ini karena ia sangatlah bersih, dan kamar-kamarnya cantik dan tertata rapi, jauh dibandingkan dengan pondok Jawa lainnya. terlihr kantor pengurus pondok terbuat dari kayu jati yang kokoh dan berkualitas. Di dalamnya diberi carpet dan dilengkapi dengan berbagai kemudahan. Di kamar tamu saja terdapat katil dan kamar mandi serta dapur. Terdapat refrigarator dan dapur gas bagi tetamu yang ingin masak. tidak lain pondok ini benar-benar memuliakan tetamu seperti yang dituntut oleh Rasul dalam hadisnya.

Azan Zuhur berkumandang, maka ana ikut berjama'ah. Solat dipimpin langsung oleh Syaikh Nuruddin. Ana terkejut dimana garis Shaf dilengkapi dengan sebuah benang yang ditarik panjang melintang menghadap kiblat. Makmum diminta oleh Syaikh menginjakkan tumit di atas benang. setelah semuanya sudah rapi baru Syaikh takbiratul Ihram. ini adalah sesuatu yang tidak ada di pesantren salaf atau jarang diamalkan.

Setelah solat berakhir Syaikh memimpin wiridan bersama dan diteruskan dengan pembacaan solawat serta hizib. setelah itu beliau memberi beberapa taklimat atau tanbih. Dalam taklimat pertama yang ana dengar ini dari beliau, sangatlah berkesan. beliau menjelaskan kenapa pentingnya Shaf solat. beliau memberitakan bahwa di Banjar sekarang fitnah terbesar di masjid-masjid kaum tua (NU/Ahlu sunnah/Asya'irah) adalah kurang telitinya menjaga shaf. Dan inilah yang selalu digunakan oleh kaum muda (wahabi/muhammadiyah/salafi-claim) untuk menjatuhkan kaum tua seolah-olah kaum tua itu tidak memiliki ilmu yang berdasarkan hujjah.

Suatu hal yang ana dapat dari taklimat beliau, bahwa iya orang-orang kaum tua memang lebih banyak ilmunya, tapi kitalah golongan yang kurang ter-manage atau disiplin. jadi kalau kita berpegangan dengan sunnah Nabi, tentunya kita harus mulai disiplin menjaga shaf. dari taklimat beliau ini juga benar adanya bahwa Syaikh Nuruddin adalah seorang yang sangt tegas dan berpendirian dan konsisten dalam menegakkan syariat Islam dan Akidah Ahlus Sunnah Wa al-Jama'ah. Seperti yang sedia maklum, kalau seorang tokoh yang dikagumi oleh banyak orang seperti Nik Aziz sekalipun, akan ditolak dan diluruskan pandangannya kalau bertentangan dengan akidah Ahlus Sunnah. ana teringat lagi kasus Nik Aziz menolak perayaan maulid seperti yang direkam di dalam youtube. Biarlah ia Nik Aziz, Syaikh Nuruddin tetap berani menegur.

Setelah selesai, ana dijemput pengurus pondok untuk pergi ke kantor. dan di sana, ana berdiskusi dengan salah seorang pengurus yang datang dari Banjar, Kalimantan. Ana bertanya banyak hal tentang pondok ini. salah satu yang menarik adalah di Pondok ini tidak disediakan program madrasah diniyah seperti kebanyakan pondok-pondok salaf yang lain. akan tetapi pondok ini lebih kepada sistem talaqqi dan sistem ini saja yang ada. oleh karena itu setiap santri yang akan masuk tentunya dites dahulu kemampuan membaca kitabnya. bagi santri yang masih belum bisa membaca kitab kuning yang gundul (tidak bertasykil maupun titik koma), disarankan untuk masuk ke pondok ini. pondok ini tidak lain adalah untuk santri yang sudah lulus kelas Aliyah Diniyyah dengan memiliki kemampuan yang tinggi dalam membaca kitab.

Program talaqqi akan dipimpin langsung oleh Syaikh Nuruddin, dan Syaikh Ahmad dari Jakarta. Jadi pondok ini tidak terdapat tenaga pengajar dari santri, dan guru di Pondok ini hanya dua syaikh tersebut. santri akan bertalaqqi dengan beliau dari berbagai kitab termasuk Shahih Bukhari, tadribu al-Rawi, dan lain-lain termasuk mughni muhtaj dalam fan fiqh. secara keseluruhan, ana memahami bahwa pondok ini lebih kepada ilmu hadis dibandingkan fan fiqh seperti pondok-pondok salaf Jawa lain. Ibarat kata yang dikeluarkan pengurus pondok tersebut, kalau pesantren Jawa sudah sangat hebat Nahwu, Shorof, Alat dan Fiqhnya, maka pesantren Syaikh Nuruddin akan melengkapi dengan ilmu hadis yang menjadi kekurangan pesantren Jawa. Program ini dinamakan program Tafaqquh. Selain ini, ada program tahfiz juga.

Suatu yang menarik terjadi di Pesantren ini dan juga banyak pesantren lain di Jawa. Dahulu di pesantren ini terdapat pelajar Malaysia, akan tetapi sekarang tidak lagi. Alasan yang diberikan oleh pengurus tersebut adalah selain masalah visa, pelajar Malaysia terkenal bebal, nakal dan malas. Oleh karena itu, kalau ada pelajar yang berasal dari Malaysia yang ingin menuntut di sini, sebaiknya sudah ahli dalam nahwu dan shorof (benar-benar mampu membaca kitab) dan benar-benar memiliki himmah yang tinggi. kalau tidak, sebaiknya janganlah membazir uang datang ke sini. Seperti yang sudah dimaklumi semua, banyak santri Malaysia yang perjalanannya sia-sia semasa di Jawa tidak lain karena malas dan tidak memiliki himmah yang tinggi dalam menuntut ilmu.

Berikut ini beberapa gambar Ma'hd az-Zein al-'Aly li Tafaqquhi fi ad-Dien:



Bilik tetamu....



Kolam ikan dan di depannya terdapat kantor pondok



terlihat gedung asrama disebelah kanan...



Kantor pengurus pondok serta garasi mobil Syaikh



Terlihat rumah pengasuh

20 comments:

Al-Faqir wa al-Haqir ila Rabb al-Kabir, Ibnu Jamal as-Sabahi said...

salam, rasa tertarik dan berminat dengan pengajian di maahad ni... bagaimana caranya kalau nak jadi pelajar di situ.. yang berminat dari Malaysia

akitiano said...

hmmm.....boleh saja....tapi sebelum memutuskan utk ke sana, saya harap calonnya harus mampu baca kitab dulu dalam bahasa Arab....kalau memang benar siap dapat hubungi saya...nanti saya boleh atur perjalanan ini....

Al-Faqir wa al-Haqir ila Rabb al-Kabir, Ibnu Jamal as-Sabahi said...

InsyaAllah, punya sedikit pengalaman membaca kitab. (pernah mengaji pondok). Bagaimana cara untuk dihubungi?

akitiano said...

tolong bagi email saudara dan no hp di malaysia....syukran...

fadz said...

Uhh pedas tu kawan: Alasan yang diberikan oleh pengurus tersebut adalah selain masalah visa, pelajar Malaysia terkenal bebal, nakal dan malas.

Kalian yang berpondok di Indonesia, jangan malas2 ya, termasuk kamu ya cik adek:)

akitiano said...

Fadz....heheh....ok bos...siap....doakanlah...ni malas dah datang nie...fighty-fighty...

Munaliza said...

Liburan di Bogor? Ini mesti untuk ketemu dengan calon muslimahnya...
Bagus sekali...
semoga dirahmati Allah SWT...

akitiano said...

Ummi....Shhh....

Al-Faqir wa al-Haqir ila Rabb al-Kabir, Ibnu Jamal as-Sabahi said...

sufi_haraki86@yahoo.com

Setakat ini masalah dengan urusan pasport...

pengambilan pelajar sepanjang tahun ke?

akitiano said...

Pengambilan biasanya awal syawal....tapi kalau melalui ana insya Allah tetap boleh...

Al-Faqir wa al-Haqir ila Rabb al-Kabir, Ibnu Jamal as-Sabahi said...

salam,
buat masa sekarang x dapat g ada masalah ckit dengan pengurusan pasport keluar negara..

dalam masa yang sama, buat sementara ni nak cari penghasilan dahulu untuk "bulghah" di sana...

InsyaAllah, rancang ke sana syawal akan datang...

mohon doanya

Al-Faqir wa al-Haqir ila Rabb al-Kabir, Ibnu Jamal as-Sabahi said...

salam,
buat masa sekarang x dapat g ada masalah ckit dengan pengurusan pasport keluar negara..

dalam masa yang sama, buat sementara ni nak cari penghasilan dahulu untuk "bulghah" di sana...

InsyaAllah, rancang ke sana syawal akan datang...

mohon doanya

Anonymous said...

ass..
biaya awal mondok disana berapa ust....
sekaligus jumlah kitb yng hars di beli untuk mubtadiin....
sykr

akitiano said...

Wass...

Ana tak tau..sebab ana dah lama tak ke sana... Cuba contact Ustaz Mastur anak murid Syaikh Nurudin yg skrg mengajar di pucong.. 0192919358

rajib said...

akhi minat hati ini ingin sekali menimba ilmu di sana....ada yang ingin an tanyain kalw sambil kuliah bisa tidak? untuk hari mungkin kuliah hany 2 hari ja,gmna?

ibnu Nasir said...

tumpang tanya...brpe tempoh pgjian dbogor????
bgmane sukatan pelajaran nya????
ada had umur ke untuk ke sana???
siapa bleh bw untuk masuk ke tmpt pgajian????

akitiano said...

Ana dah lama tak kesana... Anta boleh berjumpa langsung dengan Syaikh Nuruddin di Malaysia dan mohon langsung...

Seri Andayu Yusop said...

salam. adakah pelancong luar dibenarkan tinggal beberapa hari utk menikmati ceramah, solat jemaah dsb di ma'hd ini? ada disediakan pakage atau bagaimana?

alexander mountain said...

Kalo mau nyantri di mahad azzein gimana caranya ya? Untuk akhwat ada? Ada program tahfizhnya ga ya?

nisa6928 said...

assalamualaikum , saya sangat berminat dan berniat untuk mengaji di pondok ini lepas menduduki spm... saya berumur 17 tahun tapi dari sekolah menengah kebangsaan sahaja .. boleh kah saya mengaji di sna ?